Penciptaan Karya

Program utama LTC yang diselenggarakan sebagai hasil refleksi dari pembacaan atas situasi masyarakat urban dan problem spiritualitasnya.  Dilakukan seniman LTC melalui proses workshop intensif, penelitian, observasi dan kolaborasi. Penciptaan karya ini bersifat individual maupun kolektif yang membuka ruang kesetaraan di antara seniman yang terlibat di dalamnya. Mencoba sumber penciptaan alternatif yang memungkinkan peluasan atas ruang lingkup kerja dan ekspresi bahasa teater. Baik yang bertolak dari ide bentuk panggung alternative, kawasan hutan buatan, teks puisi dan cerpen, tafsir novel, workshop bersama korban kekerasan, komposisi musik, mitos, legenda maupun esai.

Kecenderungan itu sebagaimana yang telah diuji  LTC di sejumlah karya penciptaannya, seperti;

  • Kubangan bertolak dari ide kecepatan dan panggung Catwalk berukuran 7×16 m;  Presentasi Kubangan di tujuh lantai Mall Senayan City;
  • Terjepit hasil  kerjasama dengan ibu-ibu korban kekerasan ‘98;
  • Cermin Bercermin bertolak dari teks puisi dan cerpen pilihan;
  • Pulang Babang;
  • Mada yang bertolak dari Novel Abdullah Wong;
  • Sedekah Sungai dan Suluk Sungai  bertolak dari perjalanan laku spiritual dan bantaran sungai;
  • Mata Air Mata;
  • Penjara Hujan bertolak dari puisi Holifah Wira; dan
  • Karya mutakhir XQM4GZ yang sedang dalam proses penggarapan LTC tahun ini bertolak dari salah satu Esai Radhar Panca Dahana.

Proses penciptaan karya individu seniman LTC diproyeksi menjadi bahan penciptaan karya pertunjukan kolektif dan selanjutnya dapat  menjadi nomor pertunjukan solo yang dapat berdiri mandiri.