Seniman

Aidil Usman

Lahir di kota Padang, Sumatera Barat tahun 1970. Sejak kecil, Aidil akrab di lingkungan kesenian Taman Budaya Padang. Pada tahun 1989, ia hijrah ke Jakarta dan bergabung bersama Teater Kubur pimpinan Dindon WS. Aidil  dikenal sebagai seniman serba bisa.  Selain dikenal sebagai koreografer,  Aidil juga bekerja sebagai  penata artistik dan penata lampu di banyak pementasan teater dan tari di Jakarta.  Sebagai pelukis, aktif dalam perhimpunan senirupa muda Jakarta. Tahun 2017 mendirikan Cikini Art Stage, sebuah organisasi lintas seni yang didirikan di Taman Ismail Marzuki.

Aidil telah banyak berkolaborasi dengan seniman-seniman Indonesia, antara lain Dindon WS, Ken Zuradia, Sardono W. Kusuma, Dedi Luthan,  Ags Dwipayana, Radhar Panca Dahana, Boy G. Sakti,  Afrizal Malna, Ihsan, Maria Bernadethe, Aprianti, Amien Kamil, Jefry Usman, Cornellia Agatha, dan lain-lain.

Diundang pada Jakarta International Binalle 2011 lewat karya seni rupa pertunjukan berjudul Kalimati. menyutradarai pertunjukan teater puisi “Kapal Penyeberangan Hukla”, Karya Leon Agusta. Penggagas Pameran Provokasi Urban, Banten Bienalle 2017 dan sejumlah pameran karya seni rupa tingkat nasional lainnya. Karya terbarunya ialah sebagai inisiator mural CMNP competition 2018  road to Asean Games. Keterlibatannya dalam Lab Teater Ciputat di hampir semua karya pertunjukannya sebagai penata artistik;  Umang,Umang, Kubangan, Cermin Bercermin, dan Mada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *