Sinopsis

Terjepit

Ingatan pahit itu berjejalan sesak di antara; gedung-gedung yang menjulang, harga sembako, yang janji-janji, yang menjadi pasal, yang semu, palu-palu hakim yang patah, yang tumpang tindih, mal-mal yang menjamur, jalan-jalan yang semakin lapang, kekerasan yang tak kunjung, barang-barang impor yang makin meraja, rangkaian peristiwa yang bersusulan, dan di antara gosip murahan manis diperdagangkan. Kami hanya mau bilang bahwa kami masih ada Sebab nafasmu tetap aku hirup. Menjadi api kecil dalam jiwaku Menjadi melati yang terus kubawa antara parade klakson dan iklan yang acuh. Tubuh ini yang semakin lapuk punya mimpi yang sama.

 

 

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *