News

DUA AKTOR MUDA LAB TEATER CIPUTAT DALAM KOLABORASI SCOT-PURNATI DI OPEN AIR THEATER PRAMBANAN

28 Oktober 2018

Sudah 3 tahun lamanya proses kolaborasi antara Purnati Indonesia dengan Scot Jepang berlangsung. Selama tiga tahun itu pula telah banyak proses dilakukan, mulai dari audisi para aktor, latihan metode Suzuki, latihan adegan sampai dengan pementasan. Pementasan yang digelar selama dua hari yaitu tanggal 29 dan 30 September 2018 merupakan pementasan yang telah lama dinantikan oleh banyak pihak, terkhusus penonton Indonesia.

Pertunjukan “Dionysus” berasal dari naskah Euripides yang berjudul “The Bacchae” kemudian diadaptasi dan disutradarai langsung oleh Tadashi Suzuki. Dimana kolaborasi ini merupakan sebuah perpaduan dari bentuk pementasan Tadashi Suzuki dan nuansa Indonesia. Pertunjukan ini jelas terlihat berbeda, karena menggunakan banyak unsur bahasa yang berbeda. Dengan total  9 bahasa dalam satu pertunjukan membuat pertunjukan ini kaya akan irama dialog dari masing-masing aktor. Adapun bahasa yang digunakan ialah bahasa Batak (chorus Priest), Rejang (chorus Bacchae), Jogjakarta (Cadmus), Banyumas (Priest), Madura (Priest), Manado (Priest), Sunda (Priest), Jepang (Agave) dan Mandarin (Pentheus).

Dalam pementasan ini dua aktor Lab Teater Ciputat yaitu Washadi dan Sarah masing-masing berperan menjadi Priest dan Bacchae. Dua aktor LTC ini sama-sama memiliki kesan yang sama ketika mengahadapi panggung open air theater prambanan. Washadi dan Sarah mengatakan bahwa butuh beradaptasi dengan kondisi panggung open air theater prambanan yang begitu luas dan megah. Namun, dengan segala tantangan yang besar, mereka dan aktor-aktor lainnya mampu tampil dengan sukses di hadapan para penonton. Tak heran apabila pementasan ini begitu indah dengan berlatarkan Candi Prambanan yang megah dan penampilan aktor yang prima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *